Niat dan Doa Puasa Nisfu Sya'ban 14 Februari 2025/15 Syakban 1446 H
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan puasa sunah Nisfu Syakban 1446 Hijriyah.
Tahun ini, puasa Nisfu Sya'ban 1446 Hijriyah bakal berlangsung pada Jumat (14/2/2025), yang berarti ritual niat dan doanya dimulai pada malam sebelumnya yaitu Kamis (13/2/2025).
Untuk melakukan puasa tersebut, harus diawali dengan niat puasa Nisfu Syakban.
Niatnya diucapkan di malam hari sebelum berpuasa, yaitu dari usai waktu magrib hingga menjelang makan sahur besok subuhnya.
Berikut ini niatnya dalam Bahasa Arab beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.
Niat puasa Nisfu Syaban pada Malam Hari:
Nawaitu shauma ghadin 'an adai sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya:
Saya niat puasa sunah Syaban besok karena Allah Ta'ala.
Doa Nisfu Sya'ban
Selain berpuasa, dianjurkan untuk memperbanyak doa di malam Nisfu Syaban.
Doa yang bisa dipanjatkan adalah:
Allahumma ya dzal manni wa la yumannu 'alaika, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thowli wal in'am, la ilaha illa anta dhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma'manal kha'ifin.
Allahumma in kunta katabtani 'indaka fî ummil kitabi syaqiyyan aw makhruman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famkhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa khirmani waqtitara rizqi, waktubni 'indaka sa'idan marzuqan muwaffaqan lil khoirat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal 'ala lisani nabiyyikal mursalin, yamkhullahu ma yasya'u wa yutsbitu, wa 'indahu ummul kitab, wa shallallahu 'ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihî wa sallama, walhamdulillahi rabbil 'alamîn.
BACA JUGA: Distribusi Air Bersih ke Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Terhenti 24 Jam
Artinya:
Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT." (yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu