“Kami tergerak karena rasa peduli akan kemanusiaan, Seolah olah solidaritas tanpa batas,” kata Luriyan Apris, warga yang ditemui wartabanjar.com di dapur umum, Kamis (6/2/2025).
Diungkapkan dia, dengan semangat gotong royong, dapur umum ini diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir.
“Terutama dalam memenuhi kebutuhan makanan dan minuman sehari-hari,” tambah dia.
Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Ketersediaan bahan logistik menjadi perhatian utama untuk memastikan dapur umum dapat terus beroperasi.
Selain itu, tantangan lainnya adalah menyediakan makanan sesuai dengan jumlah target dan tepat waktu, mengingat kebutuhan yang mendesak. (Syaiful)
Editor: Erna Djedi







