Tak Hanya Siber, Spesialisasi Lain Juga Dipertimbangkan
Selain bidang siber, Agus menegaskan bahwa rekrutmen ini juga akan mempertimbangkan spesialisasi lainnya. Ia mencontohkan perekrutan perwira prajurit karier (PK) dengan keahlian tertentu seperti dokter, psikolog, dan ahli hukum.
Menurut Agus, pelatihan bagi perwira karier akan berbeda dengan mereka yang menempuh pendidikan di Akademi TNI, karena perwira karier sudah memiliki keahlian khusus sebelum bergabung.
“Seperti siber itu, kurikulumnya kami ubah yang mengarah kepada kejuruan siber tersebut, sehingga nanti pada saat dia dilantik, dia sudah memiliki kemampuan siber yang matang,” tuturnya.
Langkah inovatif ini diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan siber Indonesia dan menghadapi tantangan dunia digital yang semakin berkembang.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







