Unggahan itu juga menyebutkan bahwa INS diduga terlibat dalam kasus lainnya, termasuk kepemilikan lahan sawit di Sulawesi, hingga isu adanya “wanita bening” yang disebut-sebut ikut terkait.
“Woow kemanakah Propam Polda Bali? Apakah tutup mata tutup telinga? Oknum polisi yang diduga menjadi raja mafia mobil rental di Bali dan lahan sawit di Sulawesi ternyata juga ada wanita bening. Apakah semua tidak berani mengusut oknum ini? Apakah Propam Polda Bali menunggu banyaknya korban lainnya?” tulis akun @mata.polisi.
Kapolsek Kuta Buka Suara
Menanggapi viralnya tuduhan tersebut, Kapolsek Kuta, AKP Agus Riwayanto Diputra, memastikan bahwa kasus ini sedang dalam tahap pendalaman.
“Kami masih mendalami informasi tersebut. Oknum yang bersangkutan saat ini dalam proses pemeriksaan,” ujar Kapolsek singkat.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan desakan agar Propam Polda Bali segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan INS.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad