Stadion internasional ini dirancang tidak sekadar sebagai arena pertandingan, tetapi juga menjadi pusat olahraga terpadu.
“Kami ingin stadion ini seperti GBK mini, sehingga masyarakat bisa berolahraga, baik di dalam maupun di luar stadion,” ungkapnya.
Selain itu nantinya, stadion ini akan dilengkapi dengan lahan parkir seluas 50 hektare. Lokasi strategis di kawasan Gubernur Syarkawi dipilih karena berada di tengah-tengah dan mudah dijangkau dari berbagai wilayah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Barito Kuala, Pelaihari, hingga Banua Anam.
Tidak hanya stadion bertarap internasional, proyek prioritas lainnya meliputi pembangunan Jembatan Pulau Laut dan Pelabuhan Internasional Mekar Putih.
Muhidin menegaskan, kehadiran stadion bertaraf internasional ini penting bagi Kalsel sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). “Stadion ini diharapkan menjadi pusat olahraga dan kebanggaan masyarakat Kalsel,” tutupnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







