WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Nama pengusaha terkemuka asal Kalimantan, Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad, kembali menjadi sorotan setelah kehadirannya dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan investor Jepang di Istana Negara. Kehadiran pendiri Jhonlin Group ini dianggap memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama strategis dengan Jepang. Haji Isam, yang tampak elegan dengan jas hitam, diperkenalkan langsung oleh Presiden Prabowo kepada para pengusaha Jepang. “Ini Bapak Andi Syamsuddin Arsyad, pengusaha terkemuka dari Kalimantan,” ujar Prabowo dalam bahasa Inggris, pada Jumat (6/12/2024). BACA JUGA:Prabowo Subianto Gaet Investor Jepang, Perkenalkan Haji Isam: Sosok Pengusaha Hebat dari Kalimantan Food Estate Didukungan Jepang Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, keterlibatan Haji Isam tidak terlepas dari perannya dalam proyek food estate di Merauke, Papua. Proyek ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. “Pihak Jepang, seperti Sumitomo Forestry, juga terlibat dalam pengembangan lahan pertanian di Indonesia, khususnya di Kalimantan,” ungkap Airlangga. Saham JARR Melejit Pasca Pertemuan Sentimen positif pertemuan ini berdampak pada saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) yang melonjak 23,13% menjadi Rp362 per saham pada Senin (9/12/2024). Lonjakan ini tidak lepas dari eksposur nama Haji Isam di forum internasional bersama para investor Jepang. Di sisi lain, kinerja keuangan JARR menunjukkan laba bersih sebesar Rp155,34 miliar hingga kuartal III/2024, naik drastis 226,17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, JARR juga mendapatkan fasilitas kredit investasi senilai Rp1,4 triliun dari Bank Mandiri untuk memperkuat ekspansi bisnisnya. Dari Tambang ke Agribisnis Haji Isam dikenal sebagai figur pengusaha yang memulai segalanya dari nol. Di bawah bendera Jhonlin Group, ia telah melebarkan sayap bisnisnya ke sektor tambang, agribisnis, transportasi, hingga pengolahan biodiesel. Salah satu prestasinya adalah membangun pabrik tebu terbesar di Sulawesi Tenggara yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Kiprah Sosial dan Dermawan Tak hanya sukses secara bisnis, Haji Isam juga dikenal sebagai dermawan. Melalui Haji Isam Foundation, ia aktif dalam program zakat, sedekah, dan wakaf, bahkan rutin memberangkatkan umrah serta haji gratis. BACA JUGA:Kunker Perdana Presiden Prabowo Subianto, Tinjau Proyek Cetak Sawah 1 Juta Ha di Merauke Garapan Haji Isam Kolaborasi Strategis Indonesia-Jepang Selain Haji Isam, pengusaha besar lain seperti Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid turut hadir dalam pertemuan tersebut. Keterlibatan mereka diharapkan memperkuat sinergi investasi Jepang di Indonesia, khususnya di sektor energi, agribisnis, dan infrastruktur.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad