Laga malam ini juga akan menjadi pertemuan pertama mereka dengan Roma. Tuan rumah berharap bisa melanjutkan rekor apiknya saat menjamu klub Italia, pasalnya Spurs hanya kalah sekali dari 10 pertemuan sebelumnya.
Liga Europa belum memberikan banyak hasil yang bermanfaat melawan klub-klub dari Italia bagi Spurs, hanya memenangkan dua dari delapan pertandingan mereka.
Sementara itu Romanisti telah menyaksikan awal yang buruk di kompetisi domestik maupun kontinental.
Daniele De Rossi dipecat dalam empat pertandingan, dan Ivan Juric hanya bertahan 12 pertandingan.
Ini juga mengingatkan pada masa kerjanya di Genoa pada tahun 2018 ketika ia tidak memenangkan satu pun dari delapan pertandingannya sebagai pelatih dan dipecat setelah dua bulan.
Pada usia 73 tahun, Ranieri telah dibujuk untuk keluar dari masa pensiunnya untuk mengambil alih klub di mana ia dicintai oleh para pendukungnya.
Jadi Grup Friedkin harus berhati-hati agar tidak mengecewakan para pendukung lagi dengan manajer baru seperti yang mereka lakukan ketika mereka memecat De Rossi.
Ranieri belum dapat mengakhiri kekalahan mereka baru-baru ini, karena kekalahan 1-0 dari pemimpin liga Italia Napoli. Mereka pun turun ke peringkat ke-12.
Hasil imbang 1-1 dengan Union SG di matchday keempat membuat mereka tetap terpuruk di peringkat 20 klasemen UEL, dengan satu-satunya kemenangan mereka sejauh ini diraih melalui satu gol melawan Dynamo Kyiv, klub yang belum mencetak gol atau satu poin pun di Liga Europa.
Baca juga:Hasil Liga Serie A: Roma Kalahkan Torino, Lazio Hancurkan Como
Laga malam ini penting bagi Roma guna memastikan mereka tetap berada di 24 besar, mengingat mereka akan menghadapi Spurs dan AZ Alkmaar di laga tandang, serta Braga dan Eintracht Frankfurt di kandang.(pwk)
Editor: purwoko







