KSP Akan Evaluasi DMO Minyakita Agar Tak Tergantung Eksportir

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat minyak goreng di pekan pertama November sebesar Rp18.708 per liter. Besaran harga itu naik dari pekan sebelumnya yang di angka Rp18.591 per liter.

Pada Januari 2024 realisasi DMO minyak goreng hanya 212.116 ton atau 70,7 persen dari target bulanan 300.000 ton. Selanjutnya pada Februari 2024 realisasi DMO tercatat hanya 43,8 persen atau 131.486 ton.

Bahkan, untuk periode Maret 2024, realisasi DMO hingga saat ini baru mencapai 28,6 persen atau hanya sekitar 85.890 ton. Adapun selama ini, Kemendag memberlakukan rasio ekspor CPO dalam kebijakan DMO sebesar 1:4 sejak Mei 2023.

Baca juga: Kementerian PU Gandeng BPKP Kawal Perencanaan Program Kerja 2025

Artinya, produsen bisa melakukan ekspor dengan volume 4 kali dari volume penyaluran DMO. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pengali untuk DMO berupa minyak kemasan bantal sebanyak 2 kali dan 2,25 kali untuk kemasan selain bantal. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko