Penjual minuman dingin ini kini dapat memanfaatkan listriknya untuk kegiatan sehari-hari.
“Sebelumnya, saya pakai listrik numpang ke tetangga, sekarang alhamdulillah sudah punya kWh meter sendiri, jadi instalasi listrik lebih aman, bebas memanfatkan listrik untuk berbagai aktivitas terutama belajar anak-anak, membantu kegiatan rumah tangga, bekerja, dan lain lain,” ujar Siti.
Hal serupa diungkap, Ahmadi, warga Desa Paya Ue, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan akses listrik gratis yang dihadirkan oleh PLN.
Ahmadi yang juga merupakan penerima bantuan rumah dari program Desa Paya Ue empat tahun lalu. Ia belum dapat menikmati listrik akibat terkendala biaya dan hanya menggunakan lilin untuk penerangan di malam hari.
“Alhamdulillah, setelah pemasangan listrik ini, rumah kami menjadi terang. Selama ini kami tidak punya listrik. Terima kasih untuk PLN dan pegawai PLN atas bantuannya. Semoga PLN maju dan sukses,” ungkap Ahmadi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sejak digulirkan lima tahun lalu, penerima manfaat program Light Up The Dream telah meningkat pesat dari tahun ke tahun.
Pada 2024, tercatat sebanyak 11.390 keluarga telah menerima bantuan sambung listrik gratis inisiasi pegawai PLN ini.
Darmawan juga mengapresiasi seluruh insan PLN yang merelakan sebagian penghasilannya untuk membantu saudara-saudara yang belum menikmati listrik.
Ia berharap program Light Up The Dream ini akan berdampak positif pada seluruh aspek kehidupan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program yang melibatkan pegawai PLN ini telah berkontribusi dan memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat dengan mewujudkan energi yang berkeadilan dan pemerataan akses listrik. Hadirnya listrik diharapkan dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan serta memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” ujar Darmawan.(rilis)
Editor Restu






