Siaga Karhutla Berakhir 31 Oktober, BPBD Kalsel Siaga Cuaca Ekstrem

“Kita pada saat ini memang masih berlaku status siaga darurat karhutla yang akan berakhir pada tanggal 31 Oktober, kemudian kita memasuki perubahan iklim berdasarkan apa yang kami dapatkan dari BMKG, kemudian hasil evaluasi dari kegiatan kita pada saat evaluasi,” ujar Suria dalam sambutannya membuka rapat koordinasi.

Menurutnya, memang di beberapa kabupaten yang mungkin sudah sedikit ada curah hujan, namun atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan, pihaknya berupaya agar tidak terlena, sehingga tetap dilakukan kegiatan untuk mitigasi atau yang sifatnya perlu persiapan dalam menghadapi bencana Batingsor tersebut.

Provinsi Kalsel diidentifikasikan ada 6 potensi bencana yang potensial dan sering terjadi, yaitu banjir, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, angin puting beliung, tanah longsor, dan gelombang pasang.

“Ini mungkin dapat membuat ketakutan masyarakat, tapi kita berkeyakinan bahwa semua itu masyarakat kita minta untuk tetap waspada dan bersiap mitigasinya, oleh karena itu dalam kesempatan ini kawan-kawan semua terutama kawan-kawan di BPBD se-Kalsel untuk tetap siaga terhadap semua bencana yang ada,” pesannya.

Dengan demikian, Ia juga mengajak kepada kepada jajaran, peserta rapat untuk bekerja sama dan meningkatkan koordinasi untuk menyikapi informasi dari BMKG Kalimantan Selatan, di mana pada bulan November 2024 akan memasuki musim hujan. (MC Kalsel)

Editor Restu