WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sebanyak 6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diduga bocor dan diperjualbelikan di situs Breach Forums oleh akun bernama Bjorka pada 18 September 2024. Namun Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim tidak menemukan indikasi kebocoran NPWP pada sistem informasi DJP. "Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, data log access dalam enam tahun terakhir menunjukkan tidak ada indikasi yang mengarah pada kebocoran data langsung dari sistem informasi DJP," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Dwi Astuti seperti dikutip Wartabanjar.com di Jakarta, Jumat (20/09/2024). Dwi menegaskan, struktur data yang tersebar bukan merupakan struktur data yang terkait dengan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. Kendati begitu, DJP tetap berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan kebocoran data ini. Baca juga: Beri Naturalisasi, Kemenkumham Dukung Jalan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026 Pihaknya akan terus menjaga kerahasiaan data wajib pajak dan meningkatkan keamanan sistem informasi dan infrastruktur instansi. DJP juga mengimbau masyarakat turut menjaga keamanan data masing-masing dengan memperbarui antivirus, mengubah kata sandi secara berkala, dan menghindari akses tautan atau dokumen mencurigakan. Bagi masyarakat yang menemukan dugaan kasus kebocoran data DJP, dapat melapor ke kanal pengajuan Kring Pajak 1500200, surel [email protected], situs pengaduan.pajak.go.id, atau situs wise.kemenkeu.go.id. Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati telah meminta DJP mengevaluasi dugaan kebocoran data tersebut. Setelah evaluasi rampung, akan segera dilaksanakan konferensi pers untuk mengumumkan hasil pemeriksaan kepada publik. Baca juga: Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Polres Tanah Bumbu Gelar Operasi Mantap Praja ke Sejumlah Instansi Dugaan bocornya data NPWP mencuat usai pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto mengunggah tangkapan layar situs Breach Forums. Melalui akun X @secgron, dia menyebut sebanyak 6 juta data NPWP diperjualbelikan dalam situs itu oleh akun bernama Bjorka pada 18 September 2024. Selain NPWP, data yang juga terseret di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, nomor handphone, email, dan data-data lainnya. Harga jual seluruh data itu mencapai Rp150 juta. Dalam cuitan yang sama, Teguh mengatakan data yang bocor juga termasuk milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Baca juga: Bupati Zairullah Buka Workshop SAKIP 2024 Secara Resmi Selain mereka, sejumlah menteri juga termasuk dalam daftar, seperti Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, hingga Menteti BUMN Erick Thohir. Informasi kebocoran itu juga diunggah perusahaan keamanan siber Falcon Feeds di platform X. Namun mereka menyebut keaslian informasi itu belum terverifikasi. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko