Ia menuturkan, untuk RTLH, akibat bencana alam yang terjadi pada 2021, ada 4.077 hunian baik itu rusak berat, sedang dan ringan, yang terjadi di berbagai kabupaten/kota di Kalsel sudah ditangani hingga tahun 2024 ini, kini tersisa 1.277 unit yang belum ditangani.
”Jadi, sekitar 2800 unit yang sudah kita perbaiki, tahun ini kita memperbaiki sebanyak kurang lebih 865 unit dan harapannya tahun 2026 target kita sudah selesai,” ucapnya.
Ke depannya, sebagai strategi percepatan perbaikan, pihaknya akan terus melakukan kolaborasi bersama antara kementerian, pemerintah kabupaten dan kota, Baznas serta CSR baik perusahaan, BUMN dan swasta untuk penanganan RTLH ini.
”Sehingga sesuai amanat undang-undang tahun 1945, terkait tanggung jawab pemerintah dalam melaksanakan layanan dasar dalam hal ini rumah layak bagi kesejahteraan masyarakat dan target nasional menuju Indonesia emas tahun 2025 rumah layak huni berkelanjutan dapat tercapai,” pungkasnya. (MC Kalsel)
Editor: Yayu







