Paus Fransiskus: Terowongan Istiqlal-Katedral Sarana Perjumpaan, Dialog dan Persaudaraan

Paus mengingatkan, kadang-kadang kita berpikir bahwa perjumpaan antara agama-agama adalah soal mencari titik temu antara doktrin dan pengakuan agama yang berbeda dengan segala cara.

Namun kenyataannya pendekatan semacam itu bisa saja berakhir dengan perpecahan karena doktrin dan dogma masing-masing pengalaman keagamaan berbeda.

Baca juga:Jelang Misa Agung Paus Fransiskus, Kapolri Tinjau Kesiapan Pengamanannya

Paus menekankan semua pihak mendekatkan diri satu sama lain dengan menyelaraskan perbedaan-perbedaan yang ada, meningkatkan persahabatan dan rasa saling menghargai, serta terbuka satu sama lain.

“Anda perlu berkomitmen untuk mencari kebenaran bersama dengan belajar dari tradisi agama pihak lain, bekerja sama untuk maju bersama membela martabat manusia dalam memerangi kemiskinan dan memajukan perdamaian”.

“Semoga Anda menghayati bahwa persatuan merupakan hasil dari rasa saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain,” ucap Paus.

Terakhir Paus Fransiskus mengajak semua pihak untuk meneguhkan kerukunan umat beragama demi kemanusiaan dan bertanggung jawab menghadapi krisis serius dan terkadang dramatis yang mengancam masa depan umat manusia khususnya perang dan konflik.

“Jangan sia-siakan anugerah yang dimiliki Indonesia, terutama kepada kaum muda semoga tidak ada seorangpun yang terjerumus dalam pesona fundamentalisme”.

Baca juga:Imam Besar Masjid Istiglal Pastikan Terowongan Silaturahmi Siap Sambut Paus Fransiskus

“Terima kasih atas senyum ramah Anda yang selalu terpancar di wajah. Teruslah berpegang pada semangat  Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda-beda  tetapi tetap satu jua. Terima kasih,” ujar Paus Fransiskus. (pwk)

Baca Juga :   Komisi X DPR RI Apresiasi Seleksi Terbuka Deputi Industri Olahraga Kemenpora

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca