WARTABANJAR.COM, DHAKA – Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina harus dievakuasi dari kediamannya dengan konvoi mobil dan helikopter. Hal ini dikarenakan para pengunjuk rasa memasuki kediaman resmi Hasina secara paksa di Dhaka. Ratusan massa juga melakukan penjarahan dan perusakan.
Melansir dari The Economic Times, para demonstran berhasil menerobos gerbang Ganabhaban, kediaman resmi Perdana Menteri sambil mengibarkan bendera Bangladesh. Dalam sebuah video beredar di media sosial, demonstran juga mencuri barang-barang yang ditemukan di dalam rumah seperti karpet dan beberapa alat dapur.
Beberapa orang juga terlihat duduk di meja kantor sambil berfoto. Mereka juga mengacak-acak dokumen dan berkas yang ditemuinya.
Sheikh Hasina meninggalkan istananya dengan konvoi mobil setelah gedung tersebut diserbu para demonstran. Ia kemudian dievakuasi menggunakan helikopter tanpa ada detail lebih lanjut mengenai tujuannya.
Kerusuhan yang telah terjadi sejak awal Juli membuat Hasina terpaksa melarikan diri karena demonstran yang semakin menjadi. Ia juga menerima seruan utntuk mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri selama kerusuhan terjadi.
Menurut laporan dari AFP, jumlah korban tewas sejak kerusuhan ini dimulai mencapai setidaknya 300 orang. Pada hari Minggu (4/8/2024), korban tewas hampir 100 orang.
Baca juga: Nilai Ekspor Nikel Naik, Presiden Jokowi: Dimulai dari Raw Material Yang Kita Stop