Hampir 100 Persen Madrasah di Jateng Sudah Terapkan Kurikulum Merdeka

“Sementara ini berdasarkan peraturan yang berlaku, madrasah tetap belajar selama enam hari, namun khusus di Hari Sabtu, saya minta agar di setiap madrasah dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, jangan kasih mereka pembelajaran yang berat dan pulangnya bisa lebih cepat dibandingkan dengan hari biasa,” pesan Faridi.

Selain itu, ia juga menyampaikan Kurikulum Merdeka menjadikan siswa lebih kreatif, karenanya peran guru sangat penting dituntut untuk selalu berinovasi agar dapat mendorong semangat belajar siswa.

Ketua Tim Kurikulum Pendidikan Madrasah Juair menambahkan seluruh Madrasah yang ada di Jawa Tengah 99,6 persen sudah menggunakan Kurikulum Merdeka, sedangkan sisanya belum bisa menerapkan karena masih baru dalam mendapatkan ijin operasional.

“Ini merupakan bentuk soliditas dari semua pihak untuk melancarkan program kurikulum tersebut, sehingga hampir 100 persen madrasah bisa mengikuti”.

Baca juga:ASFA Salurkan Zakat, Belasan Remaja Lulusan Madrasah Aliyah Nurul Hidayah Tanah Bumbu Akhirnya Dapatkan Ijazah

“Hanya 0,4 persen madrasah yang belum bisa mengikuti karena madrasah tersebut baru menerima ijin operasional (ijop), sehingga belum bisa mengikuti, namun akan tetap kami usahakan,” kata Juair.(pwk/an)