Hasil Jajak Pendapat Terbaru Kamala Harris Unggul Tipis dari Trump pada Pilpres di AS
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kamala Harris versus Donald Trum, siapa bakal unggul dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS)?
Wakil Presiden Kamala Harris unggul tipis, yakni dua persen poin atas Donald Trump dari Partai Republik setelah Presiden Joe Biden menyatakan mundur dan menyerahkan kekuasaan kepadanya, berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Jajak pendapat yang dilakukan pada tanggal 22 dan 23 Juli 2024 tersebut, merupakan kelanjutan dari Konvensi Nasional Partai Republik di mana Trump secara resmi menerima nominasi partainya pada 18 Juli, serta pengumuman mundurnya Biden pada 21 Juli.
Baca juga:Hadapai Trump, Kamala Harris Dapat Dukungan Para Tokoh Kunci Partai Demokrat
Diketahui menyusul pengunduran diri Biden, sang petahana menyatakan mendukung Harris.
Harris, yang tim kampanyenya mengatakan ia telah mendapatkan nominasi dari Partai Demokrat. Kini posisinya Harris unggul 44 persen berbanding 42 persen dari Trump dalam jajak pendapat nasional. Dalam pooling ini ada margin kesalahan 3 persen.
Harris dan Trump memiliki perolehan suara yang sama yaitu 44 persen dalam jajak pendapat tanggal 15-16 Juli, dan Trump memimpin dengan selisih satu poin persen dalam jajak pendapat tanggal 1-2 Juli. Keduanya berada dalam margin kesalahan yang sama.
Meskipun survei-survei berskala nasional memberikan sinyal penting mengenai dukungan Amerika terhadap kandidat politik, hanya segelintir negara bagian yang bersaing guna menyeimbangkan Electoral College AS.
Hasil jajak pendapat terbaru menggarisbawahi alasan Biden mundur dari pencalonan dan Harris menggantikannya. Sekitar 56 persen pemilih terdaftar setuju dengan pernyataan bahwa Harris, 59 tahun, “tajam secara mental dan mampu menghadapi tantangan".
Sedangkan ada 49 persen yang menyatakan hal yang sama tentang Trump, dan hanya 22 persen pemilih yang menilai Biden seperti itu.
Biden, 81 tahun, mengakhiri upayanya untuk terpilih kembali setelah berdebat dengan Trump di mana ia sering tergagap dan gagal untuk secara agresif menentang serangan Trump yang mombastis.
Sekitar 80 persen pemilih Partai Demokrat mengatakan mereka memandang Biden dengan baik, dibandingkan dengan 91 persen yang menyatakan hal yang sama terhadap Harris.
Tiga perempat pemilih Partai Demokrat mengatakan mereka setuju dengan pernyataan bahwa partai dan pemilih harus mendukung Harris sekarang, dan hanya seperempat yang mengatakan harus bersaing mendapatkan nominasi lain dari partai tersebut.
Ketika para pemilih dalam survei tersebut diperlihatkan surat suara hipotetis yang mencakup kandidat presiden independen Robert F. Kennedy Jr, Harris unggul 42 persen dibandingkan Trump 38 persen, sebuah keunggulan di luar margin kesalahan.
Baca juga:Survei Terbaru Trump Ungguli Biden, di Pennsylvania Terkerek 1 Poin
Kennedy, yang didukung oleh 8 persen pemilih dalam jajak pendapat tersebut, belum memenuhi syarat untuk mengikuti pemilu di banyak negara bagian menjelang pemilu tanggal 5 November.
Harris berkampanye di negara bagian Wisconsin yang merupakan medan pertempuran penting pada tanggal 23 Juli. Dia mendapat dukungan dari tokoh-tokoh partai besar dan sejak itu perhatian beralih ke siapa yang akan dia pilih sebagai pasangannya.
Banyak responden dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos mengatakan mereka tidak tahu apa-apa tentang Partai Demokrat yang dianggap berpotensi untuk bergabung dengan Harris.
Sekitar satu dari empat pemilih terdaftar mengatakan mereka belum pernah mendengar tentang Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg, mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat yang memiliki tingkat kesukaan tertinggi – 37 persen – dari calon pasangan Harris dalam jajak pendapat tersebut.
Satu dari tiga orang belum pernah mendengar tentang Gubernur California Gavin Newsom, dan jumlah yang hampir sama mengatakan mereka memandangnya dengan baik.
Setengah dari pemilih terdaftar dalam jajak pendapat tersebut juga belum pernah mendengar tentang Senator Arizona Mark Kelly dan dua pertiganya tidak tahu apa pun tentang Gubernur Kentucky Andy Beshear.
Baca juga:Video Baru Viral Penembak Donald Trump Sempat Mondar-mandir, Dinas Rahasia Panen Kritik
Jajak pendapat yang dilakukan secara online ini mensurvei 1.241 orang dewasa AS secara nasional, termasuk 1.018 pemilih terdaftar.(pwk)
Editor: purwoko