WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pembiayaan anggaran untuk menambal tambahan defisit Rp 609,7 triliun ternyata ditopang melalui tambahan penggunaan Sisa Anggaran Lebih (SAL) Rp 100 triliun.
Dengan demikian, penerbitan surat berharga negara (SBN) tetap lebih rendah sebesar Rp 214,6 triliun.
“Kami perkirakan pembiayaan anggaran untuk membiaya tambahan defisit Rp 609,7 triliun yaitu Rp 80,8 triliun akan dibiayai melalui tambahan penggunaan SAL Rp 100 triliun dan penerbitan SBN tetap rendah,” ungkap Sri Mulyani.







