Ketua KPU Dicopot Gara-Gara Asusila, Ini Rekam Jejaknya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sosok Hasyim Asy'ari baru saja dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Sanksi pemecatan itu dijatuhkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI pada, Rabu (03/07/2024).
Hasyim terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) karena melakukan tindakan asusila terhadap seorang wanita anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda.
Lantas, seperti apa sosok Hasyim Asy'ari sampai dirinya melanggar KEPP atas kasus asusila tersebut? Berikut kutipan Wartabanjar.com yang dilansir dari berbagai sumber:
Baca juga: Maju Pilkada, Caleg Terpilih Wajib Mundur
Hasyim Asy'ari, S.H., M.Si., Ph.D. lahir pada 3 Maret 1973 di Pati, Jawa Tengah. Istri Hasyim diketahui bernama Dr. Siti Mutmainah, S.E., M.Si., Ak., CA dengan 3 orang anak. Ia lulus Sarjana Hukum dari Jurusan Hukum Tata Negara (HTN), spesialisasi Kajian Hukum dan Politik, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman.
Gelar Magister Sains (M.Si.) dalam bidang Ilmu Politik didapat dari Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Sementara gelar Ph.D. (Doctor of Philosophy) dalam bidang Sosiologi Politik dari Department of Anthropology and Sociology, Faculty of Arts and Social Sciences Universitas Malaya.
Semasa menjadi pelajar, Hasyim menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panjunan, Kudus (1979-1985). Ia juga belajar di Madrasah Diniyyah As-Salam, Panjunan Wetan, Kudus (1979-1988).
Baca juga: Penampakan Buaya di Sungai Barito Menuju Jembatan Rumpiang
Hasyim melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kudus (1985-1988). Lalu dilanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kudus, Jurusan Fisika (A1) (1988-1991). Hingga dilanjutkan lagi ke Pondok Pesantren Al-Hidayah, Karangsuci, Purwokerto (1991-1995).
Selain dikenal sebagai Ketua KPU, Hasyim pernah menjadi seorang dosen Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (sejak 1998-2016). Hasyim juga menjadi dosen Program Studi Doktor Ilmu Sosial, Konsentrasi Kajian Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (sejak 2013-sekarang). Demikian juga dosen pada Program Doktor Ilmu Kepolisian, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Lembaga Pendidikan dan Latihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklatpolri), dalam mata kuliah: Analisis Strategi Keamanan (sejak 2016).
Sebelum dilantik menjadi Ketua KPU pada 29 Agustus 2016, Hasyim adalah anggota KPU Provinsi Jawa Tengah (2003-2008).
Baca juga: Polisi Amankan F Gara-Gara Mencuri Radio dan Ditawarkan di Grup Whatsapp
Pengalaman Hasyim dalam berorganisasi yakni pernah menjadi Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) BANSER Jawa Tengah, Semarang (2014-2018); Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Bidang Demokrasi dan Pemilu, Jakarta (2012-2017); Wakil Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah (2010-2014) dan Wakil Ketua Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (Lazis), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Jawa Tengah (2009-2014).
Dirinya juga pernah menjadi Sekretaris Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Daerah Jawa Tengah, Semarang (2001-2006); Sekretaris Presidium Komite Independen Pemantau Parlemen, Kabupaten Kudus (1999- 2003); Sekretaris Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Pemilu 1999, Kabupaten Kudus (1998-1999) dan Koordinator Divisi Pers dan Advokasi Masyarakat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Purwokerto (1994-1995).
Hasyim juga pernah menjadi Koordinator Lembaga Kajian Hukum dan Sosial (LKHS), Senat Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Puwokerto (1994-1995); Sekretaris Senat Mahasiswa Fakultas Hukum, UNSOED, Puwokerto (1993-1994); Anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1991-1992) dan Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Tengah (1989).
Baca juga: UPZ Bank Kalsel Beri Bantuan Rombong Kepada Asiah
Lalu pernah juga menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Kudus (1989-1990) dan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 1 Kudus (1986-1987). (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko