Kapten Portugal Ronaldo di Titik Nadir, Kartu Kuning Bukti Frustasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Banyak hal mengejutkan dari ajang Euro 2024. Salah satunya kekalahan Portugal dari Georgia, tim debutan.
Dari hasil itu pun muncul penilaian, kapten Portugal Cristiano Ronaldo jatuh ke titik terendah dalam performa di pentas kontinental setelah negaranya menderita kekalahan mengejutkan 0-2 dari Georgia di Grup F Euro 2024 pada hari Rabu lalu.
Diketahui, Selecao memang telah lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup dan Roberto Martinez kemudian membuat delapan perubahan pada susunan pemain awal. Tetapi hanya sedikit yang membayangkan debutan turnamen Georgia akan membuat kejutan dengan mengalahkan Portugal dengan meyakinkan.
Portugal tertinggal hanya setelah 93 detik bermain ketika pemain sayap Napoli Khvicha Kvaratskhelia melakukan penyelesaian jitu ke sudut bawah, yang kemudian dimantabkan dengan gol dari Georges Mikautadze memastikan kemenangan bersejarah bagi Georgia dengan penalti di babak kedua.
Baca juga:16 Tim Melaju di Euro 2024, Berikut Jadwal hingga Prediksi Tim Pemenang
Momentum kekalahan Portugal seakan juga menjadi malam yang membuat frustrasi bagi Ronaldo, yang tidak mampu menandai penampilannya yang ke-50 di Kejuaraan Eropa atau Piala Dunia dengan sebuah gol pun.
Pemain berusia 39 tahun itu gagal memberikan dampak yang diinginkan di sepertiga akhir lapangan. Ia hanya melakukan satu dari tiga tembakan tepat sasaran.
Ia kemudian digantikan tepat setelah satu jam pertandingan, sementara ia juga tidak mampu mencetak gol dalam dua pertandingan pertama Portugal, yakni melawan Republik Ceko dan Turki.
Alhasil, Ronaldo kini gagal mencetak gol di babak penyisihan grup turnamen besar internasional untuk pertama kali dalam kariernya.
Frustasi dan Rekor Ronaldo
Ronaldo berkompetisi di turnamen internasional besarnya yang ke-11 musim panas ini dan mencetak setidaknya satu gol dalam 10 penampilan sebelumnya di Euro dan Piala Dunia sejak tahun 2006.
Striker Al-Nassr, yang mencetak 44 gol untuk tim Arab Saudi musim lalu, bahkan mendapat kartu kuning di babak pertama melawan Georgia karena melampiaskan rasa frustrasinya kepada wasit setelah mengajukan banding atas penalti.
Manajer Portugal Martinez menyatakan setelah pertandingan bahwa kapten Ronaldo merasa kesal dengan keputusan tersebut.
“Kami tidak beruntung dan kemudian VAR tidak konsisten, karena ada situasi dengan Cristiano,” kata Martinez kepada wartawan. Kami sedang membicarakan apa yang bisa dilakukan VAR. Anda bisa melihat ke belakang dan memberikan penalti".
"Situasi di menit ke-27 bahkan lebih jelas, lebih merupakan penalti dibandingkan yang kami derita."
Meski demikian ia mengakui kekealahan itu sebagai hasil yang mengecewakan.
"Itu adalah hasil terburuk. Itu adalah pertandingan di mana kami memulai dengan buruk, tambah Martinez.
“Kebobolan gol sangat menonjolkan apa yang ingin dilakukan lawan. Kami selalu punya sikap yang baik, menatap gawang dan berusaha mencetak gol.
Baca juga:Rumania Mengejutkan Tempati Puncak Grup E Euro 2024, Tiga Tim Ini Lolos
"Hari itu Georgia memiliki momen-momen penting, gol kedua, seluruh energi dan performa kiper. Kami perlu mengucapkan selamat kepada mereka. Dan sekarang saatnya menatap babak 16 besar dan mempersiapkan tim dengan lebih baik.
"Kami tidak ingin kalah, tapi kami punya semua pemain. Kami terus mencoba mengendalikan permainan, tapi ketika lawan punya keunggulan dalam bertahan, maka situasinya berbeda".
"Mereka punya keyakinan dan kekuatan. Kami memulainya dan itu adalah pertandingan yang berbeda. Itu memang bukanlah pertandingan yang wajib kami menangkan," tambahnya.
Ronaldo berharap bisa mendapatkan lebih banyak kegembiraan di depan gawang saat Portugal menghadapi Slovenia di Deutsche Bank Park di Frankfurt pada babak 16 besar Senin malam mendatang.(PWK)
Editor: purwoko