[caption id="attachment_143044" align="alignnone" width="620"] Selebrasi Harry Kane dalam laga Kualifikasi Euro 2024 Italia vs Inggris, Jumat (24/3/2023)(via AP Photo/Alessandro Garofalo)[/caption] WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Inggris finish di puncak Grup C Euro 2024 meskipun hanya bermain imbang 0-0 melawan Slovenia di RheinEnergieStadion, Cologne pada Selasa malam. Itu adalah malam yang membosankan bagi Inggris, seperti halnya penampilan buruk sebelumnya saat melawan Denmark. Dengan penampilan yang kurang impresif itu membuat pendukung The Three Lions merasa ragu dengan kemampuan timnya menjelang babak sistem gugur. Meski demikian, lima poin yang dikumpulkan dari tiga pertandingan sudah cukup bagi tim asuhan Gareth Southgate untuk finis di puncak grup dan menyelinap ke babak 16 besar, menyusul capaian negara-negara kuat lainnya seperti tuan rumah Euro 2024 Jerman, Spanyol, Prancis, dan Portugal. Baca juga:Prediksi Belanda vs Austria di Laga Euro 2024 Malam Ini: Cukup Seri Oranje Lolos Sementara The Three Lions lolos sebagai juara grup, Denmark mengamankan posisi kedua menyusul hasil imbang tanpa gol dengan Serbia, yang tersingkir dari Euro 2024. Denmark finis tepat di atas Slovenia di peringkat ketiga dengan selisih gol lebih baik. Memang, kedua negara memiliki poin yang sama, dengan selisih gol, gol yang dicetak, dan catatan disiplin yang sama (6-6 pada kartu kuning), tetapi Denmark melaju di urutan kedua karena mereka memiliki rekor kualifikasi lebih baik. Inggris belum meyakinkan Pendukung Three Lions menyoroti performa pasukan Southgate menyusul hasil imbang 1-1 dengan Denmark pada matchday kedua. Hal serupa juga terjadi pada laga ketiga yang dianggap kurang bertaji. Inggris memulai pertandingan dengan tempo lambat, terutama di 45 menit pertama.  Dengan terlalu banyak operan yang tidak membuahkan hasil, sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pergerakan yang membuat frustrasi di sepertiga akhir lapangan. Salah satu masalah utama Southgate ada di lini tengah; Conor Gallagher dimasukkan ke dalam starting lineup untuk Trent Alexander-Arnold – satu-satunya perubahan yang dilakukan Southgate dari hasil imbang dengan Denmark. Tetapi pemain Chelsea itu gagal menjawab kepercayaan pelatih dan digantikan pada babak pertama. Bintang muda Manchester United Kobbie Mainoo dimasukkan sebagai pengganti Gallagher dan remaja tersebut memberikan penampilan positif, namun juga belum maksimal. Menyusul tiga penampilan yang belum meyakinkan itu, Southgate harus segera memikirkan bagaimana ia ingin membentuk lini tengahnya menjelang pertandingan babak 16 besar. The Three Lions membutuhkan pemain yang mampu lebih berimprovisasi, karena Cole Palmer dan Anthony Gordon dimasukkan terlambat untuk memberikan dampak nyata. Catat sejarah Sementara Inggris masih kebingungan dengan kekompakan tim, Slovenia tampak kegirangan saat mereka merayakan pencapaian babak sistem gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pasukan Matjaz mungkin tidak menjadi favorit untuk melangkah lebih jauh, tetapi mereka pantas mendapatkan semua pujian karena membuat Inggris frustrasi dengan penampilan pertahanan yang terorganisir dan disiplin tinggi. Baca juga:Dramatis, Italia Rebut Tiket Babak 16 Besar Euro 2024, Ini Skenario Kroasia Lolos Penampilan Slovenia dalam penguasaan bola sempurna; dengan menerapkan skema 4-4-2 dan menyulitkan The Three Lions untuk menerobos garis pertahanan. Gawang Jan Oblak pun sepi ancaman. Slovenia tampak percaya diri sepanjang pertandingan dan membuat tim ini sulit dikalahkan selama Euro 2024 ini. Mereka mencatat hasil seri dalam tiga pertandingan Grup C di Euro 2024. Bahkan Slovenia hanya kalah satu kali dari 14 pertandingan internasional terakhir mereka di semua kompetisi. (PWK) Editor: purwoko