Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah BKKBN Kalimantan Selatan, Nyigit Wudi Amini menegaskan, kalau bisa angka prevelansi (indikasi) stunting dan di Kabupaten Banjar bisa menurun, bahkan zero stunting.
“Tentunya dengan gerakan ini kita berharap Pemerintah Kabupaten Banjar bisa bergerak bersama untuk mengatasi stunting supaya tidak ada lagi bayi yang lahir dalam keadaan stunting,” ujarnya.
Di samping itu, ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk menggunakan anggaran sebaik-baiknya.
“Kalau kata orang Jawa itu, program tanpa anggaran atau biaya hanya omong kosong, jadi saya berharap dan mendorong dengan adanya program ini stunting di Kabupaten Banjar teratasi,” tambahnya lagi. (nurul octaviani)
Editor Restu







