WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat sejumlah reptil seperti ular kobra banyak yang keluar dari sarangnya. Seperti yang terjadi di depan rumah Rizqon, warga di Jalan Pintu Air, Desa Bincau, RT 07, Martapura pada Sabtu (27/4/2024). Sang pemilik rumah yang dikejutkan dengan kedatangan hewan berbisa itu kontan saja merasa kaget dan cemas jika sampai menggigit anggota keluarganya. Karena itulah dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar. "Kita mendapat laporan sekitar jam sembilan, ada ular lobra di halaman rumah," ujar Kepala Bidang Pemadam, Penyelamatan, Evakuasi dan Sarpras DPKP Banjar, M Kasyaf. Baca juga: Sepolwan Buka Program Pendidikan Siswa Qur’ani, Cetak Polwan Berprestasi Yang Islami Mendengar laporan warga, DPKP Banjar langsung merespon dengan cepat dan segera menuju lokasi kejadian. M Kasyaf menyebut, pihaknya menurunkan pleton 3 yang berjumlah 10 orang, mengingat ular cobra berukuran 15 sentimeter itu bisa membahayakan apabila tidak ditangani dengan benar. "Kita evakuasi ular saat itu juga dan dibawa ke Mako DPKP Banjar untuk dikarantina sebelum dilepas liarkan," sambungnya seperti dikutip Wartabanjar.com. Usai mengevakuasi, para petugas memastikan kondisi sekitarnya sudah aman dari reptil lainnya. DPKP Banjar juga memberikan edukasi kepada warga akan bahaya ular kobra. Baca juga: Puing Pengeboman Israel di Gaza Capai 37 Juta Ton, Butuh 14 Tahun untuk Membersihkan "Tidak disarankan untuk menangani sendiri kalau tidak mahir, lebih baik panggil petugas Damkar dan pasti akan ditangani," tutupnya. Untuk diketahui, ular kobra merupakan salah satu hewan melata yang mengerikan. Satu gigitannya saja bisa membuat seseorang lumpuh seketika. Meski berbahaya, ular jenis ini jarang masuk ke area ramai penduduk. Tapi ketika musim hujan, ular bisa saja keluar dari sarang dan mendatangi rumah penduduk. Ada sejumlah cara agar hewan tersebut tidak menyasar ke rumah kita. pertama, dengan menutup jalan masuk ular. Berbagai sumber menyebutkan jika ruang celah bawah pintu bisa menjadi jalan ular masuk ke rumah. Demikian juga dengan garasi, karena ular bisa saja masuk melalui celah di pintu garasi anda. Baca juga: Kemenkum HAM Kalsel Resmikan Lima Fasilitas di Lapas Banjarbaru Lalu singkirkan genangan air karena ular tertarik dengan daerah yang lembab dan memiliki air yang menggenang. Usahakan agar sekitar rumah anda tetap kering. Perbaiki juga keran yang bocor untuk meminimalisir genangan yang memicu kondisi lembab. Cara berikutnya yakni menutup lubang di halaman rumah Tutup lubang di sekitar rumah seperti di tanah yang biasanya dijadikan tempat berlindung oleh ular terutama di musim hujan. Cukup isi kembali lubang dengan tanah atau batu kerikil untuk menghindari bersarang dan bertelurnya ular. Lalu singkirkan sumber makanan yang mereka sukai di sekitar rumah. Tikus merupakan salah satu makanan kesukaan mereka. Demikian juga dengan tempat persembunyian. Ular akan mencari tempat di sekitar rumah yang bisa dijadikan tempat bersembunyi, misalnya selang yang melingkar, atau kotak kardus bekas hingga tumpukan kayu. Baca juga: Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Banjar Gelar Parade Sementara cara tradisional yang digunakan orangtua-orangtua dulu adalah dengan memasang keset dari sabut kelapa di depan pintu rumah. Konon sabut kelapa tidak disukai oleh ular karena tubuhnya akan kesakitan untuk melintasinya. Itulah cara mengusir ular kobra yang bisa datang ke sekitar rumah di musim hujan. Semoga berhasil! (Nurul Octaviani) Editor: Sidik Purwoko