Sepolwan Buka Program Pendidikan Siswa Qur’ani, Cetak Polwan Berprestasi Yang Islami
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) membuka program pelatihan pendidikan siswa Qur'ani. Program bersama Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri dan Quantum Akhyar Institute pimpinan Ust. Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A tersebut diperuntukan bagi siswa Bintara Polwan.
Program di Sepolwan memang tidak hanya memfokuskan pada pelatihan kepolisian, tetapi juga pada peningkatan iman dan taqwa. Selain itu ada juga program penguatan pondasi kehidupan melalui pengetahuan agama Islam.
Pada program tersebut, para siswa dididik moralitas yang kokoh sebagai kunci dalam menjalankan tugas kepolisian dengan integritas dan keadilan.
Wakil Kepala (Waka) Lemdiklat Polri, Irjen. Pol. Dr. Eko Budi Sampurno, M.Si., menyampaikan, program ini dirancang untuk menciptakan kader-kader kepolisian yang tidak hanya terampil dalam bidang keamanan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat.
Baca juga: Puing Pengeboman Israel di Gaza Capai 37 Juta Ton, Butuh 14 Tahun untuk Membersihkan
"Hari ini kita menyaksikan sebuah langkah revolusioner dalam pembangunan karakter kepolisian wanita kita," ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/04/2024).
Menurutnya, dengan menyatukan pengetahuan kepolisian dan pemahaman yang mendalam tentang agama, diyakini bahwa para peserta pelatihan akan menjadi pilar-pilar kekuatan positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pentingnya integrasi antara keilmuan kepolisian dan pengetahuan agama sebagai fondasi yang solid bagi seorang anggota polisi menjadi makna dari program ini. Oleh karenanya, program di Sepolwan ini untuk mewujudkan visi kepolisian yang profesional dan berintegritas, tetapi juga berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.
Baca juga: KPU Jakarta Diskusi Bareng Stakeholder Jelang Pilkada Serentak, Ini Yang Bahas
“Dengan demikian, Al Qur'an akan menjadi panduan hidup yang utama bagi para anggota polisi, memandu mereka dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian dengan kebijaksanaan, keadilan, dan kecintaan kepada sesama,” ungkapnya.
Di antara bintara polwan yang menjadi peserta, terdapat sosok Salma Maria Naifa yang menarik perhatian. Siswa dari Jawa Tengah itu telah menghafal 30 Juz Al-Qur'an. Dirinya yang menjalani pendidikan bintara polwan angkatan ke-55 menjadi fokus perhatian Ustadz Adi ketika diuji bacaan Al-Qur'an.
Salma berhasil menjawab semua tantangan yang diberikan dan mendapatkan pujian langsung Ustadz Adi. Kepiawaiannya dalam menghafal dan membaca Al Qur'an dengan baik menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.
Baca juga: Kemenkum HAM Kalsel Resmikan Lima Fasilitas di Lapas Banjarbaru
Program tersebut dan bukti kepiawaian polwan juga disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Polwan dipandang telah menunjukkan kiprahnya yang luar biasa dalam berbagai bidang, baik operasional, pembinaan, pendidikan, maupun sosial.
“Polwan telah menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polwan juga telah menjadi garda terdepan dalam melindungi perempuan dan anak,” jelas Jenderal Sigit. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko