Gunung Semeru Erupsi Sebanyak 3 Kali, Dampak Gempa Tuban?

Abu vulkanik tebal itu mengarah ke barat laut dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 73 detik.

Hingga Sabtu siang pukul 12.00 WIB, jumlah letusan Gunung Semeru sejak 1 Januari hingga 23 Maret 2024 tercatat sebanyak 129 kali berdasarkan laporan Kementerian ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG).

Gunung Semeru masih berstatus siaga atau level III, sehingga masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuki Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Baca juga: Budi Karya Sumadi: Jumlah Pemudik Diprediksi Naik 193 Juta Orang Dari Tahun Lalu

Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan itu karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar sejauh 17 km dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko