Untuk menarik minat warga di belahan lainnya tinggal dan berinvestasi di sana, beberapa waktu lalu DPRD setempat meluncurkan skema untuk menjadikan Legrad sebagai rumah baru bagi keluarga pasangan muda.
Faktor lain yang membuat harga properti di sana sedemikian murahnya adalah karena renumerasi mata uang. Harga penjualan rumah senilai 13 sen euro karena, sejak Kroasia beralih menggunakan euro sebagai mata uang, 1 kuna mata uang kroasia jumlah nominal terakhir kali untuk skema perumahan adalah setara dengan 13 sen.
Lalu siapa yang berhak berinvestasi dan bagaimana cara membeli rumah murah tersebuf?
Tentu saja pemkot di sana juga memberikan sejumlah persyaratan untuk memiliki properti di sana. Beberapa syarat itu antara lain pembelinya harus orang yang benar-bensr baru. Artinya, pembelinya bukan penduduk asli di sana Legrad. Syarat lainnya adalah pembeli harus berusia di bawah 45 tahun. Ia juga harus sudah berkeluarga.
Persyaratannya juga mengabaikan apakah keluarga itu terikat hubungan perkawinan atau di luar nikah. Artinya, pasangan muda itu bisa beranak pinak untuk menambah angka demografi alias warga di kota tersebut.
Persyaratan lainnya adalah pembeli properti tidak memiliki catatan kriminal dan tidak boleh memiliki properti lain di Legrad maupun di tempat lainnya.
Jadi, buruan daftar ke pemkot Legrad deh kalau di Indonesia tidak mampu beli rumah!
Dikutip Wartabanjar.com dari Forbes,
Legrad adalah kota kecil di pedesaan Kroasia yang terletak dekat di Sungai Drava. Sungai yang berkelok-kelok itu sekaligus merupakan perbatasan dengan negara Hongaria
MKota ini masih memiliki banyak ruang hijau dan pemandangan alamnya yang indah. Apalagi Legrad juga dilintasi sungai yang bisa untuk bermalas-malasan di musim panas.
Menurut sejarahnya, sejak runtuhnya kekaisaran Austro-Hungaria seabad yang lalu, rekonstruksi ulang perbatasan membuat kota yang tadinya berkembang pesat justru menjadi daerah pinggiran.
“Kami berubah menjadi kota perbatasan dengan sedikit koneksi transportasi ke tempat lain. Sejak itu, populasinya perlahan-lahan menurun,” kata Sabolic kepada Reuters. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







