Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Dalam 12 Jam Terjadi 9 Letusan

WARTABANJAR.COM, LUMAJANG – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang terus mengimbau warga yang bermukim di kaki gunung untuk selalu waspada karena status Gunung Semeru masih berada di level 3 atau siaga.

“Tetap waspada dan siaga karena Gunung Semeru masih pada status Level III (siaga). Yang jelas potensi bahaya yakni Awan Panas Guguran (APG) masih bisa terjadi,” kata Kabid Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo pada Kamis (11/1/2024).

Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi rekomandasi PVMBG berkaitan dengan aktivitas yang diperbolehkan pada jarak tertentu.

“Maka dari itu rekomendasi dari PVMBG bahwa masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius tertentu diperhatikan,” katanya.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur berupa letusan semakin intens terjadi.

Dari pengamatan visual dan data seismograf pos pengamatan Gunung Semeru dalam 12 jam terakhir, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami 42 kali gempa letusan dan 9 kali letusan yang terpantau secara visual.

Selain itu, guguran material vulkanik juga terpantau dengan jarak luncur sejauh 800 meter. Letusan Gunung Semeru dengan skala cukup besar terpantau kamera CCTV di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, pada Kamis (11/1/2024) siang.

Visual CCTV memperlihatkan kawah Jonggring Saloko menyemburkan material berupa abu vulkanik dan bebatuan dengan tinggi kolom asap mencapai 400 hingga 700 meter dari puncak Gunung Semeru.

Secara visual dalam 12 jam terakhir, Gunung Semeru terpantau alami 9 kali letusan dengan kekuatan sedang hingga besar.

Baca Juga :   OTT di Pati: KPK Tangkap Bupati Sudewo, Diperiksa Intensif di Polres Kudus

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca