Masih kata Ciptadi, untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali pihak Kelurahan Mentaos sudah berkoordinasi dengan Damkar Kota Banjarbaru, BKSDA Provinsi Kalsel dan pihak terkait lainnya.
“Kami sudah mengunjungi para korban untuk memastikan dalam keadaan sehat, dan syukurnya kondisi para korban ini keadaan stabil dan sehat terutama korban yang mengalami luka dengan 50 jahitan. Kami juga sudah melakukan penyisiran para minggu kamaren dari pagi hingga sore, namun tidak menemukan monyet liar tersebut,” tuturnya.
Sedangkan Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kota Banjarbaru Yohana Kriswinantu mengatakan, monyet ekor panjang yang menyerang masyarakat tersebut bukan merupakan hewan yang dilindungi.
“Pihak kita hanya memantau apakah hewan tersebut menyebarkan rabies. Dari pemantauan kami hewan tersebut sudah menggigit beberapa orang, kalau hewan tersebut membawa rabies kepada orang telah digigitnya maka dalam jangka 2 minggu efek rabies akan bereaksi yang mengakibatkan meninggal dunia, namun syukurnya korban tidak apa-apa” tuturnya.
Masyarakat sekitaran wilayah Kelurahan Mentaos diimbau untuk tetap tenang dan selalu waspada terhadap monyet ini selama proses penanganan atau penangkapan hingga saat ini masih berlangsung. (MCBJB)
Editor Restu







