“Adapun di lokasi juga terdapat banyak tabung oksigen yang digunakan untuk pengelasan dan pemotongan komponen tungku. Akibatnya, ledakan pertama memicu beberapa tabung oksigen di sekitar area ikut meledak,” terangnya.
Akibat peristiwa itu, sebanyak 13 orang meninggal dunia.
Sebelumnya dilaporkan 12 orang tewas, kemudian bertambah 1 WNA juga meninggal akibat kecelakaan kerja ini.
“Iya betul, terjadi perkembangan jumlah. Saat rilis dibuat jumlahnya masih 12 tapi setelah rilis di-share ke media itu bertambah menjadi 13 orang,” kata Dedy.
Sejumlah pekerja dilaporkan mengalami luka-luka hingga kritis. Mereka dilarikan ke klinik perusahaan hingga rumah sakit umum terdekat. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







