“Tanpa upaya dari kita semua, maka lambat laun kebudayaan kita akan tereliminasi dan kehilangan jati diri di tengah peradaban dunia global,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi, Herry Yulianata menambahkan pada perlombaan Balogo ini diikuti 52 orang peserta terdiri dari 39 orang siswa SMA Kabupaten/kota se-Kalsel dan 13 orang guru pendamping dari sekolah Kabupaten/Kota se Kalsel.
“Mereka nantinya akan dinilai langsung oleh dewan juri yang sudah biasa menjadi juri pada perlombaan balogo di Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Herry pun berharap pelaksanaan Festival Balogo Tahun 2023 ini, dapat menumbuhkan semangat, apresiasi, dan minat dalam upaya pelestarian kebudayaan.
“Agar generasi muda saat ini tidak meninggalkan permainan tradisional balogo yang semakin ditinggalkan oleh generasi muda sekarang, karena kecanggihan teknologi yang ada pada saat ini,” tambahnya. (MC Kalsel)
Editor: Yayu







