Ditolak di Bali, Kemenkes Tegaskan Teknologi Wolbachia Bukan Rekayasa Genetik

WARTABANJAR.COM – Viral dugaan inovasi teknologi wolbachia untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI terdapat rekayasa genetik.

Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya secara tegas menolak pilot projects penyebaran 200 juta telur nyamuk Wolbachia yang rencananya disebar di Kota Denpasar dan Singaraja Bali.

Mahendra Jaya tidak menjelaskan secara saintifik alasan penolakan tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa penolakan tersebut dilakukan karena pilot projects penyebaran telur nyamuk Wolbachia ini belum disosialisasikan kepada masyarakat luas sehingga terjadi banyak penolakan.

Bali menolak dengan tegas. Sebab program ini belum disosialisasikan secara masif ke masyarakat luas,” ujarnya, 19 November 2023.

Baca Juga

Mayat Tanpa Identitas di Jalan A Yani km 12 Diduga Korban Tabrak Lari 

Kemenkes kembali merilis efektivitas teknologi wolbachia telah diteliti sejak 2011 oleh World Mosquito Program (WMP) dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Teknologi yang digunakan bukan kategori dari rekayasa genetika.

Wolbachia sendiri adalah bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk. Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel tubuh serangga dan tidak bisa mereplikasi diri tanpa bantuan serangga inangnya. Ini merupakan sifat alami dari bakteri wolbachia. Wolbachia sendiri telah ditemukan di dalam tubuh nyamuk aedes albopictus secara alami.

“Bakteri wolbachia maupun nyamuk sebagai inangnya bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik yang dilakukan di laboratorium. Secara materi genetik baik dari nyamuk maupun bakteri wolbachia yang digunakan, identik dengan organisme yang ditemukan di alam” ungkap Peneliti Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Adi Utarini MSc, MPH, PhD

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca