Menurutnya, KLB yang paling heboh di Kalsel kemaren yaitu ketika terjadinya COVID-19. Hal itu termasuk KLB bahkan sudah mendunia. Kemudian ada kasus keracunan, banjir dan kebakaran hutan dan lahan termasuk KLB.
“Kejadian-kejadian ini lah yang harus kita waspadai dan langkah apa saja yang harus perlu dilakukan,” ujarnya.
Untuk itu, kerja sama yang baik dan terkoordinasi merupakan kunci dalam menghadapi kondisi KLB. Semua pihak harus berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit dan virus.
“Sinergi antara berbagai lembaga terkait dapat lebih ditingkatkan dan mampu menghasilkan langkah-langkah yang efektif dalam mengatasi situasi KLB,” tandasnya.
Rakor ini mengundang 60 peserta lebih, yang berasal di Dinas Kesehatan, TNI dan Polri serta Basarnas.(MC Kalsel)
Editor Restu







