Kementerian Agama RI Optimistis Bakal Ada Titik Temu Soal Perdebatan Pemasangan Chattra di Candi Borobudur

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi juga mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) tidak memosisikan adu kekuatan terkait rencana pemasangan chattra ini.

Kemenag justru akan merangkul dan membangun komunikasi yang intensif dengan para arkeolog maupun pihak lain.

Targetnya adalah terbangun kesadaran bersama demi memadukan antara aspek religi dan benda warisan cagar budaya di Candi Borobudur.

Untuk memperkokoh kesepahaman bersama ini, Kemenag antara lain telah menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dari BRIN ini, diharapkan pemasangan chattra sebelumnya dikaji secara komprehensif karena didahului analisis, riset, dan akhirnya sebuah kebijakan yang matang.

 

Menurut Supriyadi, chattra di Candi Borobudur akan menambah aura spiritualitas kesempurnaan beribadah bagi umat Buddha.

Di sisi lain, pemasangan chattra ini sudah mendapat persetujuan para pemangku kebijakan.

Apalagi, Candi Borobudur telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia.

Sementara Ismijono, salah satu arkeolog mengungkapkan penambahan chattra pada Candi Borobudur perlu diperkuat dengan penelitian yang lebih komprehensif.

“Kami tidak dalam posisi untuk mengatakan pemasangan chattra boleh atau tidak. Apalagi dalam UU Cagar Budaya (UU No 11 Tahun 2010) ada pasal yang mengatur tentang pengembangan dan pemanfaatan candi,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Ismiyono, masalah pemasangan chattra ini seyogyanya perlu dibicarakan dalam ranah pengembangan pemanfaatan dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan guna memperoleh kesepakatan bersama. (berbagai sumber)

Editor: Yayu