Abuya Habib Hasan Baharun dikaruniai 6 putera dan 2 puteri. Selain dari orang tua, ilmu agama didapatkan di Madrasah Makarimun Akhlak Sumenep Madura, serta sang kakek Al Ustadz Akhmad bin Muhammad Bakhajozi yang senantiasa membimbingnya. Setelah kakeknya meninggal dunia beliau menimba ilmu dengan paman-pamannya.
Beliau juga belajar ilmu fiqih kepada Al Habib Umar Ba’agil, dan di Kota Mekah disempatkan untuk mengambil ilmu dan ijazah kepada Abuya Asayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani. Memiliki kepribadian seorang yang penyabar, istiqomah, dermawan dan penuh kesederhanaan. Beliau memiliki hubungan erat dengan para ulama di
Martapura dan Kalimantan Selatan umumnya. Dapat dibuktikan dengan berziarah ke makam Syech Muhammad Arsyad Al Banjari dan hadir di majelis maulid Ar Raudhah Sekumpul Martapura dan bersilaturahmi dengan para ulama di Martapura.
Meski sibuk mengajar, ia menyempatkan menulis buku diantaranya, kamus bahasa dunia islam, kitab praktis ilmu tajwit, pengantar belajar ilmu nahu, kalimatul afal dan asma, Beliau wafat pada Senin 23 Mei 1999 atau 8 safar.
Sementara Al Habib Segaf Baharun dalam tausiahnya mengajak jemaah untuk selalu istiqomah dalam menjalani kehidupan.(ip banjar)
Editor Restu