WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, Bustanul Arifin mengatakan, prakiraan BMKG yang menyebut fenomena El Nino akan terjadi hingga bulan November menjadi masalah serius sebab fenomena El Nino ini berdampak pada penurunan sentra produksi beras dalam negeri.
Bustanul menyampaikan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini luas lahan panen petani menurun 0,07 juta hektare yang berakibat pada penurunan produksi beras hampir 1 juta ton sehingga stok beras di pasaran juga berkurang.
“Saya menduga ini bisa lebih tinggi lagi angka penurunan itu.







