“Percepatan pembangunan pada sub sektor kelapa sawit sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat. Makanya harus ada dan sangat penting sekali tata kelola kelapa sawit berkelanjutan,” ujar Bang Dhin.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, menyampaikan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh para petani di lapangan, yakni terkait pembibitan.
Menurutnya, di Kalsel harus lebih banyak pembenahan terkait ini.
Lebih-lebih lagi, ujar Imam Suprastowo mengenai kelapa sawit yang lebih memihak kepada konglomorasi. Di lapangan, ujar politisi senior PDI Perjuangan tersebut hanyar mendapatkan 50.000 hingga 100.000 rupiah per bulannya.
“Ini sangat mengenaskan sekali. Jadi kita perlu kerja keras. Dewan hanya bisa menampung aspirasi dan menyampaikan ke eksekutif. Sebab, eksekutiflah yang mengeksekusinya,” ujar Imam Suprastowo.
Kunjungan rombongan Komisi II DPRD disambut langsung oleh Subkoordinator Usaha Perkebunan, Prasetyo Djati SP MSc.
Ia mengapresiasi para wakil rakyat yang masih peduli dan membuktikannya lewat perwujudan-perwujudan yang nyata dengan menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada ke pihak kementerian.
“Tentu ini merupakan wujud nyata kepedulian wakil rakyat kepada para petani. Tentu kita di tingkat kementerian juga mendorong para petani agar mendapatkan kesejahteraannya. Sebab, para petani merupakan ujung tombak kemajuan agrobisnis,” ujarnya. (edj)
Editor: Erna Djedi







