Sedangkan untuk Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (PK-RTLH), ditetapkan sebanyak 280 unit di 13 kabupaten/kota se Kalsel. khusus Kabupaten Batola sebanyak 30 unit. Anggaran untuk 1 unit rumah sebesar Rp20 juta, untuk pengadaan bahan bangunan sebesar Rp17,5 juta dan upah sebesar Rp2,5 juta.
Menurut Musyidah, rumah korban bencana banjir di Kabupaten Batola mencapai 3.000 unit.
Di sisi lain Andriani, salah satu warga Batola yang menerima bantuan rehab RTLH, nampak sumringah karena menenteng tanda bantuan simbolis yang tertulis jelas dana bantuan Rp20 juta.
“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Kalsel, yang memperhatikan kami, memperbaiki rumah kami, warga yang jadi korban banjir,”ujarnya.
Turut hadir pada penyerahan bantuan RTLH secara simbolis ini, Pj Bupati Batola Mujiyat, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalsel, Mursyidah, Dandim 105/Marabahan, Letkol Arm Ari Priyudono, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Suparmi, Karo Adpim Berkatullah, Sandi Fitrian Noor (putera Paman Birin), Kepala BKKBN Kalsel, M. Ramlan, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kalsel Ahyat Sarbini, dan forkopimda. (MC Kalsel)
Editor Restu