Harganya berbeda-beda sesuai dengan ukurannya, misalnya urung ketupat kecil dijual Rp. 3.000 hingga Rp 4 ribu isi 10 biji.
“Sedangkan yang besar Rp 6.000 hingga Ro 8.000, isi 10. Tusuk satenya atau lidi Rp 10.000 isi 250 bilah,” sambungnya.
Bahan urung ketupat buatan Hernawati ini dari pucuk daun nipah yang diambil dari Lupak, Kabupaten Kapuas.
Pucuk nipah itu kemudian dianyamnya bersama dua anaknya yang sudah dari kecil membantunya membuat urung atau kulit ketupat tersebut.
Ia mengaku setiap minggu masih ada peminatnya apalagi warga yang kadang punya acara seperti kondangan atau pesta perkawinan pasti mereka memesan ke tempatnya. (rdh)
Editor: Yayu

