Kemudian, ketika hendak melewati tanjakan Gemulung bus menggunakan gigi 2. Dan sampai di tengah-tengah tanjakan, sopir telat mengurangi perseneling.
Nahas, saat hendak memindah gigi satu, ternyata perseneling tak tidak bisa dikurangi hingga akhirnya bus melorot. Sang sopir yang mengetahui di belakangnya banyak kendaraan kemudian berusaha membantingnya ke kanan.
Bus kemudian terjungkal ke jurang sedalam 3 meter di sisi kanan jalan. Puluhan penumpang kemudian berhamburan ke luar. Mereka bahu membahu menyelamatkan diri. Hingga akhirnya semua penumpang bus berhasil keluar semua.
“Karena pintu masuk bus berada di sisi kiri atau atas maka penumpang dengan mudah bisa keluar tanpa harus memecah kaca,” terangnya.
Ia menyebut setidaknya ada 7 orang penumpang yang mengalami luka-luka. Setelah semuanya tenang para penumpang kemudian diperkenankan untuk pulang kembali ke Sleman.
Larso menambahkan berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan kepada sopir bus tersebut ternyata dia baru pertama kali melintas di tanjakan tersebut. Sehingga sang sopir tidak menguasai medan.(rls)
Editor Restu







