WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Ancaman El Nino ternyata tidak hanya berdampak pada cuaca ekstrem yang dirasakan masyarakat.

El Nino yang menyebabkan suhu udara meningkat ternyata juga bisa memicu mengganasnya nyamuk penyebab demam berdarah, aedes aegypti.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi, MPHM mengungkapkan bahwa nyamuk demam berdarah dengue (DBD) akan semakin ganas saat berada di suhu cuaca yang tinggi.

Maka, masyarakat diminta semakin waspada terhadap gigitan nyamuk dengue.

Direktur Imran menyebutkan bahwa jika dilihat jumlah kasusnya dari tahun 1968, pola terjadinya kasus-kasus DBD yang tinggi ini pada saat adanya El Nino.

Sebab, suhu udara meningkat dan ada penelitian bahwa nyamuk itu semakin ganas kalau dia berada di suhu yang panas.

Baca juga: Hari Ini, Mahkamah Konstitusi Putuskan Gugatan Sistem Pemilu

Tahun ini, Direktur Imran mengimbau masyarakat perlu meningkatakan kewaspadaan terhadap DBD karena El Nino bisa terjadi kapan saja.

Tidak hanya itu, musim hujan pun perlu diwaspadai mengingat akan ada banyak genangan air atau tempat berkembang biak nyamuk dengue.

Untuk itu, pemerintah mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi untuk mencegah terjadinya DBD, terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk.

Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan 3M plus.

Pertama, menguras dan menyikat, kedua menutup tempat penampungan air, ketiga memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

Plus-nya adalah bagaimana mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dengue seperti menanam tumbuhan pengusir nyamuk.

Pemberantasan nyamuk tidak dianjurkan dengan fogging, sebab fogging hanya berdampak sesaat.

Efeknya kadang-kadang malah merugikan kesehatan manusia.

Fogging sangat mencemari lingkungan dan akhirnya mencemari manusia. Fogging juga dapat membuat nyamuk malah menjadi resisten atau kebal.

“Saat sudah meminimalkan penggunaan fogging, yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk yang harus dilakukan secara massal, berkesinambungan dan kalau endemis, ini harus dilakukan sepanjang tahun,” ucap Direktur Imran.