Kabut Asap Bisa Sebabkan 5 Penyakit, Ini Himbauan Dinkes Kota Banjarmasin

Kisah Medina Kamil 20 Jam Terombang Ambing di Lautan Papua, Minum Air Hujan

Terpapar kabut asap dalam waktu lama, menggandakan risiko terkena serangan jantung
maupun stroke.

Terkena kabut asap dapat menimbulkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung dan menyebabkan sakit kepala atau alergi.

Berikut langkah pencegahannya:

  1. Gunakan masker dengan kualitas yang bagus untuk menyaring udara sebaik mungkin
  2. Menjaga kebersihan lantai dan lingkungan dari debu dan kotoran
  3. Bahan kimia dan alergen dari polusi udara bisa terkumpul dan menumpuk menjadi debu
    di lingkungan maupun di dalam rumah.
  4. Jaga kelembapan udara di dalam rumah
  5. Cara untuk meminimalisir penyebaran polusi udara ini adalah dengan menggunakan vakum
    yang mengandung filter high efficiency particulate air (HEPA)
  6. Jaga asupan cairan dalam tubuh
  7. Teknologi filter HEPA diklaim mampu membuat bakteri dan alergen lainnya terjebak dalam
    penghisap debu
  8. Konsumsi makanan sehat
  9. Gunakan humidifier untuk melembabkan udara ruangan. jaga kelembapan udara sekitar
    30 hingga 50 persen, kelembapan dengan kadar tersebut dapat membantu mengendalikan
    alergen dan pemicu penyakit pernapasan lainnya.
  10. Minum air yang cukup sangat membantu membuang racun dari tubuh. Cairan tubuh yang
    cukup juga memicu kelembapan yang membantu menyerap polusi yang masuk ke dalam tubuh agar tidak meluas.(*)

Editor Restu