WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Capaian cukup menggembirakan dihasilkan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam melakukan upaya menekan inflasi.
Terbukti, pada periode Mei, Kalsel mampu menekan inflasi dan berhasil mencapai deflasi sebesar 0,05 persen, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Kalsel.
Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel menanggapi rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel pada Mei 2023, Kalsel mengalami deflasi 0,05 persen.
Hal ini sebagai hasil maksimal dan proporsional mendukung upaya pengendalian inflasi di Banjarmasin, Tabalong maupun Kotabaru, sehingga Kalsel bisa keluar dari posisi sebagai daerah inflasi tertinggi nasional.
Baca juga: Diperjuangkan Sejak 2019, Jalan Baru ke Bandara Syamsudin Noor Dikerjakan PUPR Kalsel Tahun Ini
“Keberhasilan ini tinggal dilanjutkan dengan fokus dan serius dari pemerintah daerah pencatatan inflasi yaitu Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemkab Tabalong, dan Kotabaru,” ucap Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel, Birhasani.
Birhasani menjelaskan, kabupaten yang mengalami inflasi tertinggi pada Mei di Kalsel adalah Kotabaru.







