Baca juga: Harga Telur di Pasar Kalindo dan Warung di Banjarmasin Naik Lebih…
Lebih lanjut Hasyim juga berpesan agar KPU Provinsi yang dilantik cepat beradaptasi dengan tahapan yang telah berjalan, menyamakan visi misi sesama anggota dan sekretariat serta menjalin hubungan yang baik, internal maupun eksternal.
“Oleh karena itu koordinasi, komunikasi di antara kita baik secara vertikal dan horizontal sangat penting. Demikian juga penggunaan manajemen risiko untuk kita membuat perencanaan, mitigasi kalau ada sesuatu yang potensial terjadi di lingkungan kerja, ruang lingkup kewenangan kita masing-masing,” tutur Hasyim.
Terakhir Hasyim mengingatkan kewenangan KPU yang begitu besar dalam menjalankan tahapan pemilu yang perlu diikuti dengan integritas yang tinggi.
“Nah ini jangan sampai terjadi, kita saling mengingatkan sesama korps satu provinsi, atau KPU pusat mengingatkan KPU provinsi, nanti juga KPU provinsi mengingatkan KPU kab/kota. Oleh karena itu kita perlu sadari di antara kita adalah pemimpin di dalam kepemiluan, tunjukkan bahwa kita ini adalah yang diberi tugas mandat, wewenang untuk menjadi pemimpin kepemiluan ditingkat provinsi,” tutup Hasyim.
Untuk diketahui ke-20 Provinsi yang dilantik, antara lain Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.
Baca juga: PSSI Siapkan Indonesia Bisa Tembus 100 Besar Sepak Bola Dunia
Sebagaimana diketahui, setelah melewati seleksi, lima Komisioner KPU Kalsel ditetapkan
berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 421 Tahun 2023 tentang Penetapan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Terpilih pada 20 (Dua Puluh) Provinsi Periode 2023–2028.
Adapun kelima nama komisioner KPU Kalsel terpilih tersebut berdasarkan abjad, Andi Tenri Sompa, Arif Nukhyar, M Fakmi Failasopa, Nida Guslaili Rahmadina, Riza Anshari. Dari lima nama tersebut, dua orang merupakan perempuan, yakni Andi Tenri Sompa dan Nida Guslaili Rahmadina. (edj)
Editor: Erna Djedi







