Roy menambahkan agar setiap SKPD juga mensinergikan kanal-kanal laporan yang sudah ada baik itu media sosial, cetak, online dan lain sebagainya agar jumlah aduan juga semakin meningkat.
“Jika bisa media sosial dan media online begitu ada isu di SKPD di daerah bisa langsung terkoneksi menjadi aduan di SP4N-LAPOR agar bisa ditindaklanjuti oleh admin untuk diteruskan ke SKPD bersangkutan, dengan catatan tindak lanjut jangan lebih dari tiga hari,” ujar Roy.
Pada kesempatan ini Gubernur Kalsel diwakili Sekretaris Daerah juga turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah SKPD yang dengan kategori Penghargaan tindak lanjut aduan terbaik 2022 diantaranya Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Provinsi Kalsel dengan bobot nilai 0,542, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalsel sebesar 0,393, dan Dinas Pariwisata Kalsel sebesar 0,387.
Dikategori yang sama untuk tingkat kabupaten/kota yakni, Kota Banjarbaru dengan bobot nilai 2,01, Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 1,95, dan Kota Banjarmasin sebesar 1,79.
Sedangkan untuk kategori penghargaan respon isu teraktif periode tahun 2022 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diantaranya Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan persentase nilai akhir 207 persen, kemudian Dinas Perindustrian 120 persen, dan Dinas Kesehatan 111 persen.







