“Jika konsentrasi CO2 mencapai 450 ppm, dikhawatirkan intensitas cuaca ekstrem akan semakin melonjak,” jelas BMKG.
BMKG menjelaskan, jika konsentrasi CO2 terus meningkat, dikhawatirkan pada akhir abad 21 kenaikan suhu akan mencapai 3,5-4 derajat Celcius.
Adapun, bukti nyata dari perubahan iklim dapat dilihat dari mencairnya es di Puncak Jaya Wijaya, yang dulu dikenal sebagai salju abadi di Indonesia.
Saat ini, salju yang tersisa di puncak Jaya Wijaya hanya 1 persen.
Selain itu, periode ulang anomali La Nina dan El Nino dilaporkan semakin meningkat. El Nino dan La Nina yang awalnya terjadi 5-7 tahun sekali, kini terjadi setiap 2-3 tahun sekali. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi