Data pekan lalu, lanjut Zaliha, mengatakan hanya 50 persen atau 16.325.561 orang Malaysia yang telah menerima booster vaksin pertama, dan 2,5 persen (818.420) telah melakukan suntikan booster kedua.
“Jika sudah divaksin akan mengurangi risikonya. Oleh karena itu masyarakat terutama individu yang berisiko tinggi, diimbau untuk mendapatkan suntikan penguat atau booster karena akan ada penurunan kekebalan dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan sejak dosis terakhir,” paparnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu