WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kegagalan Kota Banjarmasin dalam mempertahankan dan meraih trofi Adipura 2022, ternyata mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. Hal ini merupakan gambaran kalau Banjarmasin sedang tidak baik-baik saja dalam penanganan sampah.
Bahkan Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota kembali maksimal bekerja untuk bisa meraih Adipura.
Hilyah menyampaikan komisinya yang bermitra dengan DLH Kota Banjarmasin sudah melakukan rapat dengar pendapat terkait gagalnya Kota Banjarmasin mempertahankan penghargaan Adipura yang diumumkan tahun 2023.
“Kita diskusi dan mencari solusi, agar tahun depan atau 2024 mendapatkan Piala Adipura kembali,” ujar Hilyah.
BACA JUGA: Launching Program Madinah Berseri, ‘Adipura’ Lokal Tingkat Kelurahan di Tanah Bumbu
Menurutnya, pihak DLH menjelaskan bahwa penilaian Piala Adipura di tahun ini agak berbeda dibanding sebelumnya.
“Katanya penilaian atau gradenya lebih tinggi, sedangkan nilai kita masih sama,” ungkapnya.
Sehingga pesannya, PR besar tersebut harus diselesaikan DLH. Di samping dewan juga meminta agar adanya anggapan Kota Banjarmasin yang dinilai masih kotor dan semrawut bisa dihilangkan
“DLH juga perlu mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan menekankan dan berupaya mencapai visi misi Baiman,” ujarnya.
Ke depan DLH juga membuat terobosan-terobosan baru atau tindakan yang lebih nyata tidak hanya sebatas seremonial saja.
“Kita di dewan selalu mengawasi hal ini dan mendukung apa yang DLH lakukan,” ujarnya.
Selain itu, masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolan sampah perlu disikapi dengan tegas.
“Belajar dari daerah lain, ini bisa mulai diterapkan sanksi sosial, sehingga ada efek jera,” kata Hilyah.
Janji Marzuki
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengungkapkan, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan pada tahun mendatang.
“Tentunya kita akan lakukan perbaikan di tahun depan, karena dibeberapa lokasi itu bisa kita lihat bahwa memang ada kelebihan sampahnya,” ujar Marzuki.
BACA JUGA: Duh! Pernah Boyong Adipura Kencana, Kota Banjarmasin Cuma Raih Sertifikat
Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Jack ini pun Juga mengungkapkan kegagalan ini lantaran penanganan sampah di perkotaan yang belum maksimal.
Selain itu ketersediaan tempat pembuangan akhir atau TPA saat ini dinilai over kapasitas.
“Penerapan fasilitas dan kelengkapan lainnya di kawasan TPA juga harus dibenahi lagi,” ujarnya.(wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor : didik tm
Komisi III DPRD Banjarmasin Soroti Kinerja DLH, Marzuki Mengaku Ada Kelebihan Sampah







