Sambut Ramadhan, 50 Dai Disebar ke Daerah Terluar, Terpencil dan Tertinggal

Pertama, pentingnya penguatan wawasan keagamaan yang berkompeten.

Kedua, pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa, serta menjaga integritas wilayah Indonesia, dengan menekankan nilai-nilai kebangsaan dalam ajaran Islam.

“Ketiga, menjelaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia sebagai bagian dari kehidupan dalam berbangsa. Lalu keempat, mengajarkan nilai-nilai kebangsaan melalui pemahaman tentang sejarah, bahasa, dan budaya Indonesia,” ucap Zayadi.

“Para dai moderat ini dapat menjadi agen perubahan yang berpartisipasi memperkuat wawasan kebangsaan dan memperkuat integritas wilayah Indonesia,” tegasnya.

Kepala Subdirektorat bidang Dakwah Dan Hari Besar Islam, Lubenah, mengatakan, pengiriman 50 dai tersebut berlangsung dari 20 Maret hingga 19 April 2023.

“Program ini dilaksanakan secara sinergi antara Ditjen Bimas Islam dengan Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh (LAZIS) Assalam fil Alamin, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur,” ucapnya.

“Kami berharap, program dakwah dai di daerah 3T ini dapat berjalan secara baik sesuai rencana, dan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan masyarakat,” pungkasnya.

Pelepasan dai berwawasan moderat ini dihadiri Seluruh Direktur Bimas Islam, Sejumlah Kasubdit Bimas Islam, jajaran Juru Bicara Dan Staf Ahli Kementerian Agama, Dewan Pengawas Syariah LAZIS Assalam Fil Alamin, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, dan perwakilan Kanwil Kemenag di sejumlah daerah. Selain itu, juga hadir sejumlah organisasi masyarakat, dan 50 dai moderat yang siap dikirim ke wilayah 3T. (edj/rls)

Baca Juga : Dinas PUPR Kalsel Kebut Pembangunan Jembatan Batulicin-Menteweh, Berikut Foto-Foto Progresnya

Editor: Erna Djedi