Tambrin mengungkapkan, bagi provinsi yang menetapkan dan membagi kuota haji ke dalam kuota kabupaten/kota, ditetapkan secara proporsionalitas berdasarkan proporsi jumlah penduduk muslim dan atau daftar tunggu pada masing-masing kabupaten/kota.
Selanjutnya, jika sampai penutupan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) masih ada sisa kuota jemaah haji reguler, kuota prioritas lansia, kuota petugas pembimbing ibadah haji dari KBIHU, dan kuota Petugas Haji Daerah, maka sisa kuota tersebut digunakan untuk jemaah haji reguler nomor porsi berikutnya.
Berikut sebaran daftar kuota haji reguler per provinsi tahun 1443 H/ 2022 M;
(1) Aceh: 4.378,
(2) Sumatera Utara: 8.328,
(3) Sumatera Barat: 4.613,
(4). Riau: 5.047,
(5) Jambi: 2.909,
(6) Sumatera Selatan: 7.012
(7) Bengkulu: 1.636
(8) Lampung: 7.050
(9) DKI Jakarta: 7.926
(10) Jawa Barat: 38.723
(11) Jawa Tengah: 30.377
(12) DI Yogyakarta: 3.147
(13) Jawa Timur: 35.152
(14) Bali: 698
(15) NTB: 4.499
(16) NTT: 668
(17) Kalimantan Barat: 2.519
(18) Kalimantan Tengah: 1.612
(19) Kalimantan Selatan: 3.818
(20) Kalimantan Timur: 2.586
(21) Sulawesi Utara: 713
(22) Sulawesi Tengah: 1.993
(23) Sulawesi Selatan: 7.272
(24) Sulawesi Tenggara: 2.019
(25) Maluku: 1.086
(26) Papua: 1.076
(27) Bangka Belitung: 1.065
(28) Banten: 9.461
(29) Gorontalo: 978
(30) Maluku Utara: 1.076
(31) Kepulauan Riau: 1.291
(32) Sulawesi Barat: 1.453
(33) Papua Barat: 723
(34) Kalimantan Utara: 416.
(aqu/MC Kalsel)
Editor Restu







