Petani di Banjarmasin Selatan 2 Tahun Tak Panen

“Sebenarnya yang petani sini perlukan adalah traktor apung, untuk membersihkan lahan sebelum ditanami, selain menghemat waktu, tentu itu juga akan lebih efektif,” jelas Arif.

Dibanding membersihkan lahan secara manual, risiko terluka akibat berjalan di dalam lumpur hingga waktu pembersihan yang sangat lama harus dihadapi para petani.

“Dulu pernah dikasih Dinas traktor biasa, kami sudah bilang kalau itu nggak bisa digunakan di lahan di sini. Kata mereka coba dulu, namun karena memang nggak sesuai keperluan, akhirnya traktornya nganggur, nggak terpakai,” pungkasnya. (Qyu)