Terakhir, ia menyampaikan titik lokasi yang paling banyak retribusinya adalah Sentra Antasari, Pasar Baru, Sudimampir dan di pasar-pasar besar lainnya.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor menjelaskan Kota Banjarmasin memiliki potensi yang besar di lahan parkir sebab Banjarmasin dijuluki sebagai Kota perdagangan dan jasa.
“Semua jasa ahli ada di sini; pendidikan, hukum, kesehatan. Ini sebagai magnet orang akan datang berurusan di tempat kita. Nah mereka membawa alat transportasi sehingga yang diinginkan mereka bagaimana mendapatkan parkir yang nyaman,” jelasnya.
Melihat peluang tersebut, pihak pengelola SKPD dan Dinas Perhubungan (Dishub) membaca adanya potensi di lahan parkir yang bisa dimanfaatkan untuk pendapatan ekonomi.
“Potensi itu dibaca ada berapa sih sebenarnya, agar logika pendapatan bisa dilakukan secara maksimal, walaupun ya masing kurang-kurang dikit ya tidak jadi masalah,” ujar Wakil Wali Kota.
Lebih dalam ia menjelaskan, apabila tidak mampu secara tradisional, maka bisa menggunakan sistem teknologi, terlebih dari vendor sudah menyiapkan teknologi kajian memakai e-parkir dan segala macam.
“Silahkan aja kalau mau pakai teknologi, yang penting data kita miliki, contoh berapa orang yang berparkir di RSUD Ulin setiap hari dalam satu bulan, itu ada datanya begitu hasilnya tidak seimbang berarti terjadi kecurangan atau kelengahan kita sehingga itu juga perlu didata, makanya dari awal itu harus ada sistem yang merekam mereka supaya ada hasilnya yang maksimal,” sambungnya.
Sehingga ia berharap dari dinas pengampunya bisa bekerja sama dengan pihak terkait untuk mendata, lalu kepada perusahaan-perusahaan yang punya alat teknologi dan sudah punya pengalaman.
“Silahkan kita lakukan supaya hasilnya bisa maksimal untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” tutupnya.(ina)
Editor Restu







